RIGOR MORTIS
Mati berkarya. Mati bergerak. Mati berpikir. Mati merasa. Semua tampak semu. Hambar. Bagaimana rasanya? Tidak tahu. Tidak ada satu pun yang tahu. Bayangkan ini: Pisau menancap dalam pada leher. Kaki dan tangan bengkok tak wajar. Kepala robek. Mulut dibungkam oleh tumpukan besi berkarat. Tidak ada suara. Tidak ada yang tahu. Dan yang paling mengerikan: Tidak ada yang peduli. Bagaimana mungkin? Segalanya terjadi bukan karena ledakan dahsyat, tapi karena pembusukan. Berangsur-angsur. Bagaikan matahari yang terbenam perlahan, lalu menolak untuk bersinar lagi selamanya. Kau menunggu apa? Tidak ada yang perlu ditunggu. Kau hanya berupaya menggapai momentum untuk mengimplementasikan skenario kehancuran yang terlampir dalam pikiranmu sendiri. Lihat ke sudut sana. Paranoia sedang menertawakanmu. Ia menjahilimu dengan pandangan-pandangan bias yang tak kunjung usai. Apakah kamu percaya? Jangan jawab. Itu adalah pertanyaan yang haram dipertanyakan, karena jawabannya hanya akan m...