JATUH KE JURANG

PERINGATAN Tulisan di sini tidak bertujuan untuk memuaskan standar moral atau etika pembaca. Ini adalah catatan dari jurang. Jika Anda merasa tersinggung, tanyakan pada diri sendiri: mengapa kebenaran ini melukai Anda?

JATUH KE JURANG

Jurang itu pekat. Tidak ada cahaya yang berani masuk ke dalamnya.

Mengapa aku bisa berakhir di sini? Karena kendaraanku mengalami kerusakan fatal. Bukan kecelakaan tiba-tiba, melainkan pembusukan yang senyap dan berangsur-angsur, hingga akhirnya aku terhempas bersama puing-puingnya ke dasar yang tak terlihat.

Sejak kehancuran itu, aku terjebak. Aku merangkak dalam gelap, mencoba menjaga kewarasan fisik dan mental. Terkadang, di kejauhan, terlintas bayangan "surga"—sebuah cahaya bias yang menggoda, menawarkan kenyamanan dan pelarian. Namun, aku menolaknya. Aku tahu itu hanyalah ilusi optik. Apa yang tampak indah di permukaan seringkali hanyalah topeng untuk kebusukan yang lain. Aku lebih memilih gelap yang jujur daripada cahaya yang palsu.

Bertahun-tahun aku di sini, hingga tempat ini kuberi nama: Nihil. Kosong. Hening. Penuh ketidakpastian.

Apakah aku bisa keluar? Tidak ada yang tahu. Bahkan Nihil pun membisu. Namun, jika ada jiwa lain yang tersesat dan jatuh ke kedalaman yang sama, jangan berharap aku akan menolongmu keluar. Aku di sini hanya untuk mencatat "karya kuno"—sebuah panduan bertahan hidup dalam ketiadaan makna.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

MENUJU NIRVANA

GENDER